| Cetak |


JAKARTA - (09/10/2018) - Ketua MA, M. Hatta Ali, hari ini (Selasa, 9/10/2018) mengambil sumpah dan melantik Hakim Agung Suhadi dan Hakim Agung Burhan Dahlan, masing-masing sebagai Ketua Kamar Pidana dan Ketua Kamar Militer Mahkamah Agung. Prosesi pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan berlangsung hidmat dalam sidang paripurna yang dipimpin oleh Ketua MA. Sidang yang digelar terbuka untuk umum dihadiri oleh para pejabat eselon I dan II MA, sejumlah mantan pimpinan dan hakim agung MA, dan sejumlah  pimpinan lembaga penegak hukum.

Pengangkatan Suhadi dan Burhan Dahlan dalam jabatan tersebut  didasarkan pada Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor: 188/P Tahun 2018 tanggal 28 September 2018. Suhadi menggantikan  Artidjo Alkostar sebagai Ketua Kamar Pidana yang telah mencapai batas usia pensiun terhitung mulai tanggal 1 Juni 2018. Sedangkan, Burhan Dahlan menggantikan Timur P. Manurung  sebagia Ketua Kamar Militer yang telah mencapai batas usia pensiun terhitung mulia tanggal  1 Desember 2017.

 

Dengan pelantikan dua pejabat tersebut, kini unsur pimpinan MA telah lengkap, kecuali Ketua Kamar Pengawasan yang hingga kini masih  dirangkap jabatan oleh Wakil Ketua MA Bidang Non Yudisial.  Berikut susunan pimpinan MA yang selengkapnya:

Ketua Mahkamah Agung

Prof. Dr. M. Hatta Ali, S.H., M.H

Wakil Ketua MA Bidang Yudisial

Dr. H.M. Syarifuddin, S.H., M.H

Wakil Ketua MA Bidang Non Yudisial

Dr. Sunarto, S.H, M,Hum

Ketua Kamar Pidana

Dr. Suhadi, S.H., M.H

Ketua Kamar Perdata

Sultoni Mohdalli, S.H., M.H

Ketua Kamar Agama

Dr. H. Amran Suadi, S.H., M.H, M.M

Ketua Kamar Militer

Dr. Burhan Dahlan, S.H, M.H

Ketua Kamar Tata Usaha Negara

Dr. Supandi, S.H., M.Hum

Ketua Kamar Pembinaan

Prof. Dr. Takdir  Rahmadi, S.H, L.LM

Suhadi :  dari Panitera Muda Pidana Khusus menjadi Ketua Kamar Pidana

Hakim Agung Suhadi, SH, MH mengawali karir  di dunia peradilan sejak tanggal 1 November 1979 sebagai CPNS di PN Mataram. Tahun 1983,  suami dari Hj. Dahminar ini diangkat sebagai hakim dan di tempatkan di PN. Dompu (NTB).  Setelah bertugas selama 7 Tahun di Dompu, tahun 1990  Penyandang Doktor Universitas Padjajaran ini dimutasikan ke PN Klungkung. Tugas sebagai hakim di PN Klungkung dilaksanakan oleh  Alumnus Fakultas Hukum UII 1978 ini selama 5 Tahun.

Setelah 12 tahun menjalani karir sebagai hakim, pria penggemar tenis kelahiran 19 September 1953 dipromisikan sebagai Wakil Ketua PN. Manna (Bengkulu Selatan).  Jabatan Wakil Ketua di PN Manna 1 hanya dilalui selama  1 tahun,  selanjutnya Panmud Pidana Khusus MA Periode  2007-2010, tahun 1996 dipromosikan sebagai Ketua PN Takengon (Aceh).  Selama  4 Tahun,  ayah dari  Dadi, Daen, dan Danu ini  memimpin PN Takengon, kemudian pada tahun 2000, Ia kembali mendapat promosi sebagai  Ketua PN. Sumedang. Setelah 3 Tahun 8 Bulan menjabat Ketua  PN Sumedang, Juru Bicara Mahkamah Agung ini ini kembali dipromosikan sebagai Ketua PN Karawang.

Kepemimpinan Suhadi di PN Kerawang berlangsung selama periode 2003-2005.  Selanjutnya Ia mendapat promosi sebagai Ketua PN. Tangerang  di tahun 2005.  Bagi Suhadi, PN Tangerang adalah titik terakhir dalam rangkaian promosi dan mutasi  sebagai pimpinan di pengadilan tingkat pertama. Selanjutnya sejak Tahun 2007, Suhadi kembali dipromosikan sebagai Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi DKI ditugaskan sebagai Panitera Muda Pidana Khusus Mahkamah Agung. Tiga tahun kemudian, tepatnya 5 April 2010 Ia dipercaya sebagai  Panitera Mahkamah Agung.

Setelah kurang lebih setahun menjalankan tugas sebagai Panitera Mahkamah Agung, Suhadi berhasil melewati seluruh tahapan seleksi hakim agung, hingga dilantik sebagai Hakim Agung oleh Ketua MA,  pada hari Rabu, 9 November 2011, di Ruang Kusumaatmaja  Gedung MA, Jakarta.  Pelantikan Suhadi sebagai hakim agung  ketika itu bersama dengan 5 (lima) hakim agung lainnya, masing-masing: Gayus T Lumbuun, Nurul Elmiyah,  Andi Samsan Nganro, Dudu Duswara  dan  dan Harry Djatmiko.

Tujuh tahun berlalu setelah pelantikan sebagai hakim agung,  Selasa 9 Oktober 2018 menjadi hari penting bagi Ketua Umum Ikahi ini.  Dalam sebuah  sidang paripurna Mahkamah Agung,  Ketua Mahkamah Agung menyematkan kalung jabatan Ketua Muda Pidana Mahkamah Agung kepada hakim agung yang satu dasawarsa sebelumnya menjabat sebagai Panitera Muda Pidana Khusus Mahkamah Agung. Selamat!!! (asnoer)