Selamat Datang di Situs Web Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia

 

Inilah Cara FCA Mendekatkan Pengadilan Ke Publik

Brisbane| Kepaniteraan.mahkamahagung.go.id (5/10)

Berulang kali CEO dan Panitera Pengadilan Federal Australia, Warwick Soden mengemukakan bahwa mengelola pengadilan laksana mengelola sebuah perusahaan. Bagaimana  sebuah produk perusahaan dekat dengan publik, dirasakan ramah oleh pengguna dan diberitakan positif oleh media merupakan hal yang perlu dilakukan juga oleh pengadilan. Di hari kedua program magang (Jum’at, 5/10), FCA membeberkan pengalamannya dalam mendekatkan pengadilan ke publik.

Materi ini selain diikuti oleh peserta magang dan Tim JRTO, hadir pula Ketua Muda Pembinaan MA-RI, Widayatno Sastro Harjono, SH, M.Sc,  Hakim Agung Prof. Dr. Takdir Rahmadi dan Kepala Biro Hukum dan Humas MA, Dr. Ridwan Mansur, SH.  Sedangkan dari FCA hadir  Justice Gray, Warwick Soden, Sia Lagos,  dan Andrea Jarrott.



Beberapa pengalaman FCA dalam mendekatkan pengadilan ke publik, sebagaimana disampaikan oleh Warwick Soden  adalah sebagai berikut:

1.    Menunjuk  staf khusus untuk berhubungan dengan media.

Media, menurut Warwick, berperan besar dalam membentuk opini. Oleh karena itu jangan sampai media memberitakan sesuatu tentang pengadilan yang berakibat pada terbentuknya opini negatif tentang pengadilan. Hal ini bisa terjadi apabila media tidak memiliki informasi yang cukup sehingga informasi yang disajikan tidak utuh. Dengan ditunjuknya petugas khusus, lanjut Warwick,  media akan mendapatkan informasi yang lengkap terhadap suatu isu.
Dikatakan Warwick, untuk memastikan informasi yang disampaikan melalui petugas media tepat, maka draft release  yang akan disampaikan ke media harus mendapat persetujuan dari Panitera. Oleh karena itu, kata Warwick, petugas media ini sebelumnya telah mendapatkan pelatihan menghadapi media. Bahkan menurutnya, pelatihan ini diberikan kepada pejabat struktural di FCA.

Dalam kaitannya dengan media ini Warwick  mengingatkan bahwa istilah mengatur media sangatlah tidak tepat. “Lebih tepat disebut membantu media dalam menjalankan tugasnya dengan menyediakan informasi yang lengkap”, ungkap Warwick.

2.    Menyelengarakan Kompetisi Seni

Untuk mendekatkan pengadilan  ke masyarakat, Federal Court of Australia beberapa tahun yang lalu menyelenggarakan  National Art Competition bagi anak sekolah menengah atas (SMU). Dalam kegiatan tersebut, para siswa diperlombakan melukis dengan tema access to justice.  Karya terbaik dari perlombaan ini menghiasai gedung pengadilan federal di seluruh Australia. Pengadilan Federal Australia pun memuat hasil karya terbaik national art competition  dalam websitenya, lenkap dengan keterangan pelukis dan tema lukisannya.

Menurut Warwick, kegiatan lomba seni nasional yang diselenggarakan pengadilannya mendapat sambutan luas. “Meski telah berlangsung beberapa tahun yang lalu, masih banyak yang terkenang dan membicarakan lomba ini”, ungkap Warwick.

3.    Access to Juctice masuk kurikulum sekolah

Pengadilan Federal Australia menilai sangat penting memperkenalkan pengadilan ke anak sekolah. Oleh karena itu,  pihak pengadilan federal berkoordinasi dengan fihak pemegang otoritas di bidang pendidikan agar isu access to justice masuk ke kurikulum sekolah.  Selain dengan pendekatan kurikulum , FCA pun membuat video educational mengenai tugas pokok dan fungsi pengadilan yang dikhususkan untuk anak-anak sekolah.

4.    Membuat Video Profile Pengadilan

Informasi yang disajikan dengan audio visual akan memiliki daya tarik lebih dibanding dengan informasi tulisan. Pesan yang disajikan melalui audio visual relatif lebih berkesan. Oleh karena itu, FCA membuat video profile pengadilan dengan berbagai topik. Mulai dari tugas pokok hingga layanan yang diberikan pengadilan. Yang menarik video-video tersebut dibuat oleh sumber daya yang ada di FCA sendiri. “Kami membuat video ini sendiri, tanpa bantuan fihak ketiga”, kata Warwick Soden.

Video-video tersebut selanjutnya diupload di website, sebagian didistribusikan, bahkan diantaranya ada yang ditayangkan sebagai iklan layanan masyarakat di televisi nasional Australia.

5.    Menyelenggarakan Moot Courts

Selain menyasar anak remaja di sekolah tingkat menengah dengan lomba seni, kurikulum access to justice dan video educational, Pengadilan Federal Australia membuka pengadilannya untuk pelaksanaan moot courts bagi mahasiswa sekolah hukum.  Selain bagian dari kegiatan akademik, diharapkan moot court akan menjadikan profesi di pengadilan menarik bagi para mahasiswa. Sebagaimana diketahui, Pengadilan Federal menjadikan lulusan terbaik sekolah hukum sebagai associate judge yang akan membantu hakim dalam pros.es menyelesaikan perkara di pengadilan.

6.    Memberikan Layanan Kiriman Informasi Melalui e-mail

Satu lagi  “kreativitas”  Pengadilan Federal Australia  untuk mendekatkan pengadilannya ke publik, yaitu melalui layanan kiriman informasi putusan melalui e-mail. Melalui layanan ini, siapapun bisa mendapatkan putusan pengadilan terbaru yang dikirim melalui e-mail. Untuk mendaftarkan layanan ini, seseorang tinggal melakukan registrasi di website FCA . Selanjutnya sistem di FCA akan mengirimkan putusan terbaru ke e-mail yang didaftarkan.

7.    Membuat  Practice Note

Untuk memudahkan  publik berperkara di pengadilan,  FCA membuat petunjuk praktis cara mengajukan perkara. Dari mulai persyaratan dokumen, cara pengiriman dokumen, cara pembayaran, hingga bagaimana pengadilan memproses perkara dibuatkan practice note. Practice Note tang dibuat oleh Chief Justice ini dimuat di website FCA.

8.    Memuat A-Z Informasi Pengadilan di Website

Bagi FCA, website adalah representasi kantor pengadilan di dunia maya. Semua informasi tentang pengadilan ada di website. Sehingga ketika seseorang berkunjung ke halaman website pengadilan federal maka ia akan mendapatkan segala informasi yang dibutuhkan tentang pengadilan. (an)