Selamat Datang di Situs Web Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia

 

P ENINGKATAN kualitas layanan publik adalah isu universal dari setiap lembaga publik di belahan bumi manapun. Demi meningkatkan kualitas layanan publik, MA kini sedang menggelar sebuah kompetisi inovasi pelayanan publik peradilan. Pengadilan Keluarga Australia (Family Court of Australia/FCoA) pun sangat fokus terhadap upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik. Chief Justice FCoA, The Hon. Diana Bryant, berbagi cerita mengenai  kisah sukses peningkatan pelayanan publik lembaga peradilan yang dipimpinnya di hadapan pejabat struktural MA dan pimpinan pengadilan se Jakarta, Kamis kemarin (3/9). Diantara upaya peningkatan kualitas pelayanan publik dari FCoA yang sangat inovatif adalah  penyediaan layanan call center dan pemanfaatan media sosial. 

 

Menurut Diana Bryant, publik membutuhkan kemudahan akses terhadap informasi pengadilan, dari mulai alamat kantor, prosedur berperkara, biaya perkara dan lain sebagainya. Untuk memenuhi kebutuhan informasi tersebut, FCoA menyediakan layanan call center yang bersipat nasional. Masyarakat, kata Diana Bryant, tidak harus menghubungi nomor telpon pengadilan di suatu negara bagian, tapi cukup menekan satu nomor call center untuk menanyakan segala hal tentang pengadilan keluarga Australia.  Agar informasi yang diberikan oleh petugas call center memenuhi harapan publik, maka kepada mereka diberikan pembekalan yang memadai.

Perkembangan penggunaan media sosial dewasa ini juga menjadi perhatian Pengadilan Kelauarga Australia. Diana Bryant mengumpulkan pegawai-pegawai berusia muda dalam sebuah tim kerja. Mereka diberikan kepercayaan untuk mengelola informasi menggunakan media sosial yang terdiri dari Facebook, Twitter dan Youtube. Kelompok pegawai berusia muda ini ibarat sebuah tim kreatif yang memproduksi sebuah informasi tentang peradilan. Mereka, kata Dyana Bryant, diberi tantangan untuk membuat video mengenai layanan peradilan, cara-cara mengajukan perkara, dan informasi lainnya.

Untuk menjembatani keanekaragaman budaya, FCoA juga menyediakan layanan penerjemah bagi pihak yang tidak berbahasa Inggris untuk berperkara di pengadilan. Layanan ini terintegrasi juga dengan call center pengadilan. Layanan ini disediakan agar keanekaragaman budaya dan bahasa tidak menjadi penghambat akses terhadap pengadilan.

Inovasi dari Hal Kecil

Ditanya oleh Panitera Mahkamah Agung, Soeroso Ono, mengenai kisah sukses pembaruan peradilan di FCoA, Diana Bryant menjawab bahwa inovasi dilakukan dari hal kecil. “kami melakukan inovasi dari hal yang kecil namun dilakukan terus-menerus”, kata Bryant. [AN]