In Memoriam Pak Soeroso Ono, Panitera MA Periode 2012-2016
JAKARTA | (13/04/2020) Kepaniteraan Mahkamah Agung RI berduka atas meninggalnya Bapak Soeroso Ono pada hari Sabtu 11 April 2020 di Semarang. Almarhum meninggalkan seorang isteri dan tiga orang anak. Kepergian Almarhum meninggalkan kenangan yang baik di hati para kolega dan staf di lingkungan Kepaniteraan Mahkamah Agung. Bahkan ucapan doa dan belasungkawa atas kepergian almarhum berdatangan dari tokoh masyarakat sipil Penggiat Pembaruan Peradilan.
“Almarhum adalah orang yang baik, semoga Allah mengampuni segala dosa dan meridhai amal baik yang telah diperbuatnya”.
“Almarhum selalu melindungi anak buahnya, tidak pernah marah namun sangat berwibawa”.
Demikian beberapa kesaksian dan do’a yang disampaikan kepada Almarhum dalam berbagai platform media komunikasi.

JAKARTA | (06/04/2020) Mahkamah Agung menggelar sidang paripurna khusus dengan agenda tunggal pemilihan Ketua MA, Senin 6 April 2020 bertempat di Ruang Sidang Kusumah Atmadja, lantai 14 Tower MA, Jakarta. Seluruh unsur pimpinan dan hakim agung yang berjumlah 47 orang hadir dalam acara tersebut. Para Hakim Agung diberikan kewenangan oleh Pasal 8 ayat (4) UU Nomor 5 Tahun 2004 untuk memilih Ketua MA ke-14, sebagai pengganti Prof. Dr. H.M. Hatta Ali, S.H., MH, ketua MA ke 13 yang akan memasuki purna bhakti terhitung mulai tanggal 1 Mei 2020. Dalam “Pemilu” yang berlangsung dua putaran, H.M Syarifuddin yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua MA Bidang Yudisial terpilih menjadi Ketua MA dengan mengantongi 32 suara atau 69,57% dari total suara sah. Jumlah ini mengungguli suara yang diberikan kepada Andi Samsan Nganro yang meraih 14 suara atau 30,43% dari suara sah.
Jakarta (31/3/2020)
Jakarta (16/03/2020) - Ketua Mahkamah Agung, Prof. Dr. M. Hatta Ali., SH., MH., mengambil sumpah dan melantik 5 orang Hakim Agung pada hari Kamis pekan lalu (12/03/2020) dalam siang paripurna khusus
JAKARTA | (27/02/2020) Selama delapan tahun terakhir (2012-2019), Mahkamah Agung berhasil mencetak rekor kinerja penanganan perkara terbaik. Indikator dasar yang digunakan untuk mengukur capaian kinerja tersebut adalah jumlah perkara putus, rasio produktifitas, rerata waktu memutus, hingga jumlah perkara yang dikirim. Rekor capaian kinerja terbaik tersebut kembali diraih di tahun 2019 karena seluruh indikator kinerja utama penyelesaian perkara MA di tahun 2019 meningkat dibandingkan pencapaian tahun 2018. Kemampuan MA meningkatkan kinerja dalam satu dasa warsa terakhir, berkorelasi positif dengan berbagai pembaruan peradilan yang dilakukan, pelibatan publik, belajar dari praktik terbaik negara lain dan kerja keras dari seluruh jajaran MA.
JAKARTA (21/02/2020) - Ketua MA, Prof. Dr. M. Hatta Ali S.H., M.H., mengambil sumpah dan melantik 3 (tiga) Ketua Muda