Setelah Hoge Raad, Delegasi MA Kunjungi Pengadilan di Belgia
Brussel | (13/10/2016) - Setelah melakukan benchmarking dengan Hoge Raad Belanda, Delegasi MA melanjutkan misi ke instansi pengadilan di Belgia pada tanggal 11-12 Oktober 2016. Lembaga yang pertama kali dikunjungi adalah Federal Public Service of Justice, sebuah lembaga yang bertanggung jawab menyediakan sarana dan prasarana pengadilan di Kerajaan Belgia. Lembaga berikutnya yang dikunjungi adalah Mahkamah Konstitusi Kerajaan Belgia.
Dalam pertemuan yang berlangsung mulai pukul 09.00 – 12.00 waktu setempat, delegasi MA disuguhi tiga materi presentasi. Pertama, presentasi bertajuk “ The Road Toward a Digital Government” oleh Frank Leyman dari Fedict. Fedict merupakan lembaga dalam koordinasi Kementerian Informatika yang bertanggungjawab untuk menyediakan sistem teknologi dan informasi untuk semua kementerian dan lembaga, termasuk lembaga peradilan di Belgia. Kedua, presentasi mengenai informasi peradilan di Belgia oleh Bernard Daminet. Ketiga, presentasi tentang Informasi Sistem Manajemen Perkara (MACH) oleh Alain Moraeu.

Den Haag (11/10/2016) - Presiden Hoge Raad Belanda Maarten Feteris dalam sambutannya di hadapan Delegasi Mahkamah Agung menyatakan bahwa Hoge Raad akan menerapkan sistem digitalisasi pengadilan secara penuh pada 1 Februari 2017 mendatang. Mulai tanggal tersebut penanganan perkara, mulai dari pengajuan berkas oleh pihak, pemeriksaan berkas oleh majelis hakim, dan pengiriman kembali berkas ke pihak dilakukan tanpa menggunakan kertas. Ia menyebutkan proses ke arah digitalisasi pengadilan telah dilakukan oleh Hoge Raad sejak tahun 2007.
Den Haag (11/10) - Delegasi Mahkamah Agung melakukan benchmarking sistem manajemen perkara berbasis teknologi informasi di Hoge Raad Belanda. Kegiatan berlangsung pada hari Senin (10/10/2016) di gedung baru Hoge Raad der Nederlander,
JAKARTA | (03/10/2016)