“SIAP-Baru” Mulai Disosialisasikan ke Masing-Masing Kamar di MA
JAKARTA | (23/02/2016) Kepaniteraan Mahkamah Agung telah memiliki “SIAP-Baru” dan telah mulai diperkenalkan pada 14-16 Desember 2015 lalu kepada unit penerima berkas, penelaah (ditpranata) dan registrasi berkas (kepaniteraan muda). Kini, giliran operator pada masing-masing kamar hakim agung mendapatkan sosialisasi SIAP. Sosialisasi kepada operator hakim agung dilakukan melalui diklat di tempat kerja yang dipusatkan di ruang Mujono Mahkamah Agung RI. Sosialisasi untuk kamar agama, TUN dan militer secara beturut-turut telah dilakukan pada tanggal 17, 18, dan 19 Februari 2016. Sedangkan untuk kamar pidana dan perdata, sosialisasi akan dilakukan pada 23 dan 24 Februari 2016.
SIAP Baru adalah aplikasi sistem informasi perkara berbasis alur kerja (work flow), oleh karena itu dalam sosialisasi pada masing-masing kamar diikuti oleh petugas yang berada di setiap tahapan penanganan perkara. Alur penanganan perkara yang ditetapkan oleh SK KMA 214 Tahun 2014 terdiri dari sembilan tahapan, yaitu: (1) penerimaan berkas perkara, (2) penelaahan berkas perkara, (3) registrasi berkas perkara, (4) penetapan kamar, majelis dan distribusi berkas perkara, (5) penetapan hari musyawarah dan ucapan, (6) pembacaan berkas, (7) musyawarah dan ucapan, (8), minutasi, dan (9) pengiriman berkas.

JAKARTA | (20/02) - Sebanyak 453 aparatur
PHNOM PENH (18/2) . Selain
PHNOM PENH | (18/02/2016) - Delegasi Mahkamah Agung sedang melakukan proses asesmen dalam rangka menindaklanjuti kerjasama yudisial antara MA dengan Kementerian Kehakiman Kerajaan Kamboja yang difasilitasi oleh USAID melalui program SSTC, mulai tanggal 14-20 Februari 2015. Salah satu informasi yang digali dari kunjungan ini adalah organisasi peradilan di Kamboja.
SIEM REAP
PHNOM PENH | (16/02)- Keberhasilan reformasi peradilan di Indonesia khususnya di bidang manajemen perkara, transparansi informasi perkara dan sistem pendidikan dan pelatihan mulai menarik perhatian dunia internasional, salah satunya adalah Kerajaan Kamboja. Difasilitasi oleh USAID di bawah program South to South and Triangular Corporation (SSTC), Delegasi Kementerian Kehakiman Kerajaan Kamboja telah mengunjungi Mahkamah Agung RI untuk menjajaki kerjasama judisial pada 19-23 Oktober 2015 lalu. Pihak Kamboja berharap MA RI dapat berbagi pengalaman sekaligus menjadi "mentor" dalam melaksanakan proses pembaruan peradilan di negaranya. Menindaklanjuti hal tersebut, Delegasi Mahkamah Agung yang difasilitasi USAID mulai melakukan asesmen di Pengadilan Kamboja yang berlangsung mulai 14 s.d 20 Februari 2016.