Munas Ikahi Selesai, Imam Soebechi Terpilih Menjadi Ketua Umum PP Ikahi
Munas Ikahi Selesai,
Imam Soebechi Terpilih Menjadi Ketua Umum PP Ikahi
Denpasar | (28/10). Imam Soebechi, Ketua Kamar TUN, meraih 90 dari total 116 suara dalam pemilihan calon Ketua Umum PP Ikahi Periode 2012-2016, yang berlangsung siang tadi, Senin (28/10), di Denpasar. Imam berhasil mengungguli kandidat lain yaitu Gayus Lumbuun (12 suara), Suhadi (5 suara), Suwardi ( 3 suara), Abdul Manan (2 suara), Andi Samsan Nganro (1 suara), Timur P. Manurung (1 suara), Imron Anwari (1 suara), dan Sunoto (1 suara). Berdasarkan Tata Tertib Munas XVII Ikahi, karena mendapat suara terbanyak, Imam Soebechi, ditetapkan sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat Ikahi Periode 2012-2016.
Imam Soebechi selanjutnya akan bertindak Ketua Formatur. Ia akan dilengkapi 4 orang anggota Formatur yang terdiri dari wakil dari empat lingkungan peradilan. Tim formatur ini diamanatkan untuk membentuk Pengurus Pusat serta menyusun komposisi masing-masing komisi dan anggota-anggotanya.
Proses pemilihan Ketua Umum PP Ikahi dalam Munas XVII di Denpasar ini berbeda dengan penyelenggaraan munas sebelumnya. Jika dalam munas-munas terdahulu proses pemilihan dilakukan dengan cara setiap peserta menuliskan sejumlah nama (maksimal 5) dalam kertas suara, Maka dalam Munas Denpasar ini masing-masing peserta hanya menuliskan satu nama. Cara seperti ini dinilai para peserta munas akan fokus dalam memilih calon yang diinginkan. Selain itu, dengan cara ini proses pemilihan pun berlangsung lebih cepat.

Jakarta | (23/10) Markus Zimmer, sang pendiri IACA (International Association for Court Administrator) yang kini menjadi konsultan ahli C4J (Changes for Justice), bertemu dengan Panitera MA, Soeroso Ono, pagi tadi (Rabu, 23/10). Bersama Tim C4J yang terdiri dari Atja Sondjaja, Aria Bima dan Khirunnisa, Markus berdiskusi tentang Restrukturisasi Organisasi Mahkamah Agung. Dalam paparannya, Markus menekankan pentingnya IT bagi pengadilan
BOGOR | (21/10) Ketika kegiatan konsinyering publikasi putusan MA dibuka Minggu malam (20/10/2013) pukul 20.00, jumlah putusan MA yang terunggah selama bulan Oktober baru berjumlah 145 putusan. Beberapa saat kemudian, ketika peserta konsinyering yang berjumlah 22 orang itu harus break di pukul 22.00, jumlah putusan bertambah menjadi 471. Jumlah tersebut terus “merangkak” naik ketika kegiatan diteruskan keesokan harinya (Senin, 21/10). Dalam perhitungan yang dilakukan menjelang rehat pukul 16.30 tadi, jumlah putusan yang terpublikasikan berubah fantastis menjadi 1.669 putusan. Hal ini berarti dalam sehari konsinyering berhasil mengupload 1.524 putusan.
JAKARTA | (16/10). Setiap bulannya rata-rata terupload 20.000-an putusan di Direktori Putusan. Tidak heran jika jumlah Putusan yang terhimpun di Direktori Putusan MA kini hampir mendekati 600.000 putusan. Namun berlimpahnya khazanah tersebut belum dikenal secara luas oleh komunitas hukum di Indonesia, khususnya kalangan akademis. Maka untuk kepentingan sosialisasi dan pembudayaan rujukan terhadap putusan pengadilan, MA dan AIPJ akan menyelenggarakan “Lomba Pencarian dan Analisis Putusan Pengadilan di Direktori Putusan MA”. Kegiatan yang dibiayai AusAID melalui Kemitraan Australia Indonesia untuk Keadilan (AIPJ) akan melibatkan Fakultas Hukum dan Fakultas Syariah sebagai penyelenggara lomba. Pemilihan penyelenggara ini dilakukan melalui proses tender yang bisa diakses di website AIPJ (
Makassar | (10/10). Hakim Tinggi dan Panitera Pengganti PTA Makassar diikutkan dalam Bimtek Sistem Administrasi Perkara Pengadilan Tinggi Agama selama tiga hari, 9-11 Oktober 2013, bertempat di Hotel Tri Kota Makassar. Salah satu materi Bimtek tersebut adalah Direktori Putusan. Direktori Putusan dibedah dihadapan para hakim tinggi tersebut karena mereka akan diberi tugas untuk memantau kepatuhan PA “binaannya” dalam mempublikasikan putusan.